STIKES Hutama Abdi Husada Tulungagung menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan mengirimkan mahasiswa untuk turut serta dalam kegiatan kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu mahasiswa yang mendapat kesempatan untuk terlibat dalam misi tersebut adalah Gilang Budi Prabowo.

Pengiriman mahasiswa ini menjadi bagian dari dukungan STIKES Hutama Abdi Husada Tulungagung terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa bumi yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Meski masa tanggap darurat telah berlalu, proses pemulihan pascabencana masih membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dalam aspek kesehatan dan sosial.

Kehadiran Gilang Budi Prabowo di NTT membawa semangat pengabdian sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa di tengah masyarakat. Sebagai bagian dari institusi pendidikan kesehatan, keterlibatan mahasiswa di wilayah terdampak menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu dan nilai-nilai kemanusiaan yang diperoleh selama menjalani pendidikan.

Bencana alam tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kehidupan masyarakat dalam jangka panjang. Pemulihan membutuhkan proses yang tidak singkat serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Dalam kondisi tersebut, dukungan dari tenaga kesehatan, relawan, lembaga kemanusiaan, maupun institusi pendidikan memiliki peran penting untuk membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara bertahap.

Melalui kegiatan ini, STIKES Hutama Abdi Husada Tulungagung tidak hanya mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga membangun kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Pengalaman terjun langsung dalam kegiatan kemanusiaan diharapkan dapat memperkuat rasa empati, kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, serta semangat pengabdian dalam diri mahasiswa.

Pengiriman Gilang Budi Prabowo juga menjadi gambaran bahwa semangat kemanusiaan dapat diwujudkan meskipun terdapat jarak yang jauh antara Tulungagung dan NTT. Kepedulian tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung masyarakat penyintas bencana dalam melewati proses pemulihan.

Dari Tulungagung untuk Nusa Tenggara Timur, langkah kecil ini membawa pesan bahwa ilmu kesehatan tidak hanya diterapkan di lingkungan kampus maupun fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan.

STIKES Hutama Abdi Husada Tulungagung berharap keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemanusiaan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk terus menumbuhkan semangat peduli, mengabdi, dan memberikan kebermanfaatan bagi sesama.

← Sebelumnya ARKA PKKMB STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung 2026: Bentuk Mahasiswa Baru yang Berkarakter dan Siap Kuliah