Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan perlu dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari hari. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Stikes Hutama Abdi Husada Tulungagung melalui kegiatan Arukarya Social Impact yang berlangsung di kawasan Car Free Day Tulungagung. Kegiatan ini menggabungkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dengan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai program pendidikan yang dimiliki kampus.
Sejak pagi, stan pelayanan dipadati warga yang ingin memanfaatkan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya. Tim mahasiswa bersama dosen memberikan pelayanan secara tertib mulai dari proses registrasi, pemeriksaan, hingga penyampaian hasil pemeriksaan. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang rela mengantre untuk memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatannya.








Pemeriksaan yang disediakan meliputi pengecekan gula darah acak, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan berat badan, tinggi badan, serta edukasi mengenai pencegahan penyakit metabolik. Layanan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi tubuh lebih awal sehingga dapat mengambil langkah pencegahan apabila ditemukan faktor risiko tertentu.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, mahasiswa juga aktif menjelaskan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Edukasi dilakukan secara langsung dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta dapat memahami hubungan antara pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari hari terhadap kesehatan. Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif karena masyarakat dapat langsung bertanya mengenai kondisi yang mereka alami.
Kegiatan tersebut juga menjadi wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa Stikes Hutama Abdi Husada Tulungagung. Mereka tidak hanya mempraktikkan keterampilan teknis yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman terjun langsung ke lapangan memberikan gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi ketika nantinya bekerja sebagai tenaga kesehatan profesional.
Dalam kegiatan yang sama, tim Penerimaan Mahasiswa Baru turut membuka layanan informasi bagi calon mahasiswa. Pengunjung dapat berkonsultasi mengenai pilihan program studi, fasilitas kampus, peluang beasiswa, hingga prospek karier setelah lulus. Kehadiran stan informasi ini memberikan kesempatan bagi siswa maupun orang tua untuk memperoleh penjelasan secara langsung tanpa harus datang ke kampus.
Kolaborasi antara Badan Eksekutif Mahasiswa dan tim PMB menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dengan penyebaran informasi pendidikan. Konsep tersebut menciptakan manfaat ganda karena masyarakat memperoleh layanan kesehatan, sementara calon mahasiswa dapat mengenal lebih dekat lingkungan akademik serta budaya belajar yang diterapkan di kampus.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial juga mencerminkan pentingnya membangun karakter tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Interaksi langsung dengan masyarakat membantu mahasiswa memahami bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar tindakan medis, melainkan juga komunikasi, empati, dan kemampuan memberikan edukasi yang tepat.
Melalui kegiatan Arukarya Social Impact, Stikes Hutama Abdi Husada Tulungagung menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program seperti ini diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang memperoleh akses pemeriksaan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit. Di sisi lain, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa dunia pendidikan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui aksi sederhana yang langsung menyentuh kebutuhan publik.